Menargetkan iklan ke audiens yang sedang mencari produk Anda memang langkah yang sangat tepat. Namun, bagaimana jika kata kunci yang Anda gunakan ternyata memiliki volume pencarian nol?
Hasilnya sudah pasti iklan tidak akan berjalan sama sekali dan potensi penjualan terlewat begitu saja.
Oleh karena itu, sebelum mulai beriklan, sangat disarankan untuk melakukan riset kata kunci terlebih dahulu demi menemukan keywords yang benar-benar berpotensi mendatangkan profit.
Cara Mengakses dan Menggunakan Keyword Planner
Google Keyword Planner adalah fitur yang ada di dalam platform Google Ads. Jadi, langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah memastikan sudah memiliki akun Google Ads. Jika belum punya, Anda bisa membaca panduan Cara Iklan di Google untuk Pemilik Bisnis untuk mempelajari langkah-langkah pembuatan akun hingga cara menjalankan iklannya.
Setelah berhasil masuk ke dashboard Google Ads, cari ikon alat (palu dan kunci pas) bertuliskan Tools di bilah menu sebelah kiri, lalu klik menu tersebut.
Setelah menu pop-up terbuka, pilih menu Planning dari opsi dropdown, lalu klik Keyword Planner. Selanjutnya, pilih Discover new keywords.
Di tahap ini, Anda akan melihat dua pilihan fitur utama:
- Start with keywords: Pilih opsi ini jika Anda ingin menemukan ide kata kunci baru. Fitur ini akan menampilkan volume pencarian bulanan (seberapa banyak orang yang mencari) serta perkiraan biaya CPC (cost per click) dari kata kunci tersebut.
- Start with a website: Fitur ini memungkinkan Anda memasukkan domain situs milik sendiri atau domain kompetitor untuk mengetahui kata kunci apa saja yang digunakan dan ditargetkan oleh situs tersebut.
Nah sudah mulai paham kan keyword planner, jadi kamu pilih yang mana? start dari keyword dulu atau domain dulu? kamu yang tentukan
Memilih Keyword Berdasarkan Volume dan CPC
Setelah memasukkan kata kunci dan menjalankan pencarian, saatnya Anda memilih kata kunci mana yang paling potensial. Dalam memilih kata kunci, pastikan Anda menargetkan search intent yang tepat.
Apa itu intent keyword?
Intent (atau search intent) adalah tujuan utama seseorang saat mengetikkan kata kunci di mesin pencari. Secara umum, kata kunci dibagi menjadi 4 jenis intent:
- Informational Intent: Pengguna hanya ingin mencari informasi atau jawaban (contoh: “apa itu google ads”).
- Navigational Intent: Pengguna ingin mengunjungi situs spesifik (contoh: “login google ads”).
- Commercial Intent: Pengguna sedang membandingkan produk atau mencari rekomendasi sebelum membeli (contoh: “jasa google ads terbaik” atau “revisi harga iklan google”).
- Transactional Intent: Pengguna sudah siap untuk melakukan pembelian atau transaksi (contoh: “beli e-book google ads” atau “sewa agency google ads jakarta”).
Untuk kampanye iklan yang mengejar konversi langsung, prioritaskan kata kunci berjenis Commercial dan Transactional agar anggaran iklan Anda efisien dan menghasilkan cuan.
Nah, kira-kira seperti itu gambaran mengenai Google Keyword Planner dan cara menggunakannya untuk riset kampanye iklan Anda. Sekarang Anda sudah paham kan bagaimana tool ini bekerja?
Kalau Anda sendiri, biasanya lebih suka menargetkan kata kunci jenis apa untuk beriklan—apakah kata kunci Informational atau langsung Transactional? Tulis ide dan pengalaman Anda di kolom komentar di bawah, ya!



